NATO: Keanggotaan Ukraina, Swedia Membuat Kemajuan

Ukraina ingin bergabung dengan NATO

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy optimis tentang prospek keanggotaan North Atlantic Treaty Organization negaranya. Dia mengharapkan kerangka waktu yang jelas untuk bergabung dengan aliansi yang akan ditawarkan pada KTT yang sedang berlangsung. Meskipun mungkin tidak ada undangan langsung atau tanggal tertentu. Sekretaris Jenderal North Atlantic Treaty Organization, Jens Stoltenberg, telah meyakinkan Kyiv akan peningkatan bantuan militer, jaminan keamanan, dan format baru kerjasama melalui Dewan NATO-Ukraina. Namun, Zelenskiy menyuarakan ketidakpuasannya dengan anggapan kurangnya komitmen dalam kata-kata seputar tawaran keanggotaan Ukraina. KTT tersebut, yang berlangsung di Vilnius, Lituania, bertepatan dengan serangan balasan Ukraina yang sedang berlangsung terhadap pasukan Rusia, yang berlangsung lebih lambat dari yang diperkirakan. Di tengah pembahasan bantuan militer, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan keputusan Prancis untuk memasok rudal jarak jauh guna membantu kemampuan pertahanan Ukraina.

Pendapat Anggota NATO

Sementara anggota NATO setuju bahwa Ukraina tidak dapat bergabung dengan aliansi tersebut selama konflik yang sedang berlangsung. Ada perbedaan pendapat mengenai garis waktu dan ketentuan keanggotaan pasca perang. Anggota NATO Eropa Timur mendukung tawaran Ukraina, melihatnya sebagai pencegah terhadap potensi agresi Rusia. Namun, negara-negara seperti Amerika Serikat dan Jerman menangani masalah ini dengan hati-hati, khawatir akan potensi konfrontasi langsung dengan Rusia. Kesepakatan akhir KTT mungkin menyebutkan kemungkinan untuk memperpanjang undangan ke Kyiv, tetapi kondisi khusus belum diselesaikan.

KTT juga berencana untuk menyetujui rencana pertahanan komprehensif NATO melawan potensi agresi Rusia, sebuah langkah yang dikritik oleh Moskow. Diplomat Rusia telah memperingatkan “konsekuensi bencana” bagi Eropa jika perang di Ukraina meningkat. Kanselir Jerman Olaf Scholz meyakinkan bahwa jaminan keamanan yang diperlukan akan diberikan kepada Ukraina pascaperang. Duta Besar NATO Lituania mengumumkan komitmen 500 juta euro per tahun dalam bantuan ke Ukraina, termasuk pasokan medis dan upaya penghapusan ranjau. Selain itu, jaminan keamanan G7 untuk Ukraina diharapkan akan diumumkan setelah KTT NATO.

Dalam perkembangan positif, Presiden Turki Tayyip Erdogan telah setuju untuk meneruskan tawaran Swedia untuk keanggotaan NATO ke parlemennya, menyelesaikan perselisihan lama antara kedua negara. Jalan Swedia untuk menjadi anggota NATO dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Finlandia bergabung dengan NATO awal tahun ini, dan sekarang aksesi Swedia tampaknya akan segera terjadi setelah peningkatan kerja sama kontraterorisme. Amerika Serikat juga telah berjanji untuk melanjutkan transfer jet tempur F-16 ke Turki, yang semakin memperkuat hubungan antara kedua negara. Presiden AS Joe Biden menyatakan keyakinannya pada keanggotaan NATO Swedia dan menyambut baik keputusan Turki untuk mencabut hak vetonya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *